Tuesday, 28 May 2013

Homeward Bound, Home.

Source: http://blog.syracuse.com
I'm sitting in a railway station
Got a ticket for my destination

On a tour of one-night stands
My suitcase and guitar in hand

And every stop is neatly planned
for a poet and a one-man band

This wave, wave ..
Is stringing us along, along ..

Just know you’re not alone
'Cause I’m gonna make this place your home

Everyday's an endless stream
Of cigarettes and magazines
And each town looks the same to me
The movies and the factories
And every stranger's face I see
Reminds me that I long to be

The trouble it might drag you down
If you get lost, you can always be found
Just know you’re not alone
Cause I’m going to make this place your home

Where my thought's escape me
Where my music's playing
Where my love life's waiting
Silently for me

Settle down, it'll all be clear
The trouble it might drag you down
If you get lost, you can always be found
Just know you’re not alone
'Cause I’m gonna make this place your home



Lagu remix dari

deru .. debu ..

Sudah 2 hari ini saya kembali menaiki besi kotak besar beroda empat yang biasa dipanggil Bis, saya kembali naik busway dari Pinang Ranti, Jakarta Timur setelah sebelumnya naik angkot dari Jatikramat, Bekasi. Kenapa saya tidak kost lagi? karena Jumat ini hari terakhir saya kerja di perusahaan pertama saya di Jakarta Raya ini. Kenapa resign? Biar saya, sang atasan dan Tuhan yang tahu.

Begitu bulat tekad saya untuk resign, sampai pada pagi ini

Monday, 27 May 2013

Tentang Hujan


Sumber: 9gag.com
Hujan, apa yang kamu pikirkan bila membaca kata tersebut?
Beberapa hari ini di kota dimana saya menghabiskan banyak waktu ini Jakarta, diguyur hujan. Entah itu pagi, kadang siang, tidak terlewatkan juga sering diwaktu sore atau bahkan malam dan tengah malam. Saya tidak terlalu suka hari hujan, tapi juga tidak terlalu membenci.

Saya senang melihat kaca jendela basah terpeciki air hujan, indah untuk dihilat. Tiba-tiba seperti dapet

Saturday, 25 May 2013

Pidato bagi "yang tercerahkan"


Pidato dari lulusan terbaik salah satu universitas favorit di luar negri:

“Saya lulus. Seharusnya saya menganggapnya sebagai sebuah pengalaman yang menyenangkan, terutama karena saya adalah lulusan terbaik di kelas saya. Namun, setelah direnungkan, saya tidak bisa mengatakan kalau saya memang lebih pintar dibandingkan dengan teman-teman saya. Yang bisa saya katakan adalah kalau saya memang adalah yang terbaik dalam melakukan apa yang diperintahkan kepada saya dan juga dalam hal mengikuti sistem yang ada.

Di sini saya berdiri, dan seharusnya bangga bahwa saya telah selesai mengikuti periode indoktrinasi ini.

Thursday, 23 May 2013

#MalJumCeria Lift

Pagi panas yang biasa bisa langsung tiba-tiba ceesssss dingin sesaat abis masuk pintu lobby kantor, ah segarnya. Lalu berdiri menunggu bersama segerombolan orang lainnya, demi masuk ke kotak yang terbuat dari besi berbentuk balok yang biasanya disebut lift di Britania Raya dan Elevator di Amerika Serikat. Lalu masuklah saya dan orang lainnya ke salah satu diantara empat lift yang ada dan menekan tombol 5, dimana ruangan kantor saya berada. Begitulah keseharian pagi saya pada hari kerja.

Ga cuma dua kali mamakai lift, pas masuk dan pulang kerja, kadang ditengah-tengah jam kantor, jika saya harus ke lantai 9 dan lantai 7 dimana para petinggi-petinggi perusahaan saya ada saya juga memakai benda berkatrol itu. Atau kadang saya pakai lift ke basement untuk salat, makan siang atau sekedar untuk jajan ke supermarket belakang kantor. Kadang sendirian atau bareng dengan teman.

Satu waktu, saya akan ke bawah dengan menggunakan lift, sendirian. Ga ada perasaan aneh,

Inggris di Indonesia

Suatu sore sepulang kerja, saya sedang di lobby menunggu kedua teman saya yang sedang salat di basement. Di depan saya ada seorang bapak berumur sekitar 40 tahunan, dengan wajah menunjukan bahwa dia berasal setidaknya dari Asia Selatan, India atau sekitarnya. Tak berselang lama, seorang wanita berwajah oriental datang dengan langkah pasti menuju si bapak tersebut, ternyata mereka sudah lama tak bertemu karena dari percakapannya menunjukan excited ketika kembali bertemu. Dan mereka berbincang dengan menggunakan bahasa Inggris. Dengan lancarnya mereka asik mengobrol dan saya hanya diam, pura-pura tak memperhatikan sambil curi-curi dengar dan membatin "Jir, urang teu ngarti naon nu diomongkeun

Wednesday, 22 May 2013

You Hear but You Don't Listen

You have seen many things, but you pay no attention; your ears are open, but you do not listen. Isaiah 42:20

Salah satu kutipan yang ternyata dari Alkitab tersebut sudah sering saya dengar dengan versi "You hear but you don't listen". Pertama-tama saya tidak mengerti apa maksudnya. Ternyata ketika melihat orang-orang tahun "after apocalypse" ini banyak orang yang bersikap seperti itu. Semua terfokus pada alat elektronik bernama telepon pintar (dikenal dengan smart phone). Pun beberapa orang disekitar saya, tidak pernah lepas dari alat yang berharga jutaan itu. Tapi disini saya tidak akan membahas tentang smart phone, karena ini bukan blog tentang ponsel.

Saya akan membahas tentang kurangnya perhatian manusia satu lainnya. Apa memang mereka tidak peduli atau tidak ingin tahu, tapi rasa-rasanya sikap seperti itu sudah lumrah dijaman yang kata banyak orang "peradaban canggih". Tapi untuk apa semua alat serba canggih, jika yang memakai hanya terfokus pada diri sendiri dan alatnya itu, tak berkembang dan perhatian pada orang lain. Banyak orang yang mendengar, tapi tidak memperhatikan. Banyak orang yang melihat, tapi tak ada yang peduli. Tenggang rasa sudah hilang digerus ego di kemacetan jalan ketika pergi dan pulang kerja. Berlomba-lomba meninggikan ego, bak gedung-gedung pencakar langit. Tak ada yang mau mengalah, pikirannya DABLEG semua.