Sunday, 5 January 2014

Mie Ayam Canggih

Udah lama keknya gak bahas soal kuliner. Ada satu kuliner yang ternyata gue suka (dan gak nyadar kalo suka) yaitu mie ayam. Udah suka dari lama, tapi pas di Bekasi baru nemu mie ayam yang tampilannya amat sangat sederhana sekali tapi rasanya beda dari yang lain.

Source: FNSYH's Instagram
http://goo.gl/kyX1cK

Saturday, 4 January 2014

Halo kembali

Halo kembali, ke kota yang selama tahun lalu setia menemani dalam meniti karir.

Halo kembali, pada lalu lintas yang jarang dipadati orang-orang ramah.

Halo kembali, pada udara yang lembab dan lebih panas dari kota asal ku.

Halo kembali, pada kenangan-kenangan pulang-pergi naik bis primajasa Bekasi-Bandung bersama Almh. Mamah.

Dan yang paling penting, Halo kembali,pada semua keluarga yang sudah aku rindukan beberapa bulan terakhir ini.

In fact, I miss this culture. Di kota yang dulu aku anggap "kota pengap, kota panas, kota sadis" dengan segala kekacauan di dalamnya.

Tapi, ketika setelah beberapa lama tidak berkunjung, kangen juga dengan suasana seperti ini. Ketika tiba pun, langsung disuguhi parade Ondel-ondel pinggir jalan yang mengukuhkan bahwa wilayah ini memang wilayah Betawi.

Friday, 3 January 2014

"Tips Tambah Rezeki" Deskripsinya bikin mencelos.

"Tips Tambah Rezeki" penggalan kalimat itu menarik perhatian gue ketika membuka Path. Langsung dibaca deskripsi ke bawahnya. Dan seketika bikin mencelos. Ini dia tampilannya:


Emang dari SMA, cita-cita gue nikah muda. Tapi mungkin itu pikiran anak baru awal dewasa. Pikirannya sih, biar kalo punya anak entar, beda umurnya gak terlalu jauh. Seenggaknya gue bisa liat cucu, cicit gue ketika gue masih mampu gendong mereka. Sweet right?

Thursday, 2 January 2014

#MalJumCeria Pedagang Sate Kuburan

Pedagang Sate di Bandung tentu banyak banget. Dari yang pinggiran sampe restoran, dari yang keliling sampe yang menetap di satu tempat. Tapi kalo kelilingnya di sekitar kuburan?. Yap, benar dikuburan. Di Bandung sendiri, ada beberapa Tempat Pemakaman Umum (TPU) yang suka dipakai sebagai tempat mengubur keluarga yang telah meninggal.

Ada teman saya pernah berkata "Kok gitu sih, dikuburnya (Mamah saya) jauh dari rumah. Kalo di tempat saya, ada yang meninggal ya di kubur di halaman atau kebun deket rumah".

Di kota-kota besar seperti Jakarta, Bandung dan lainnya pemakaman memang dilakukan di tempat pemakanam umum, lagian dimana sih orang Bandung yang punya halaman luas di rumahnya. Selain sudah padat penduduknya, ya mending dijual ke pengembang-pengembang dengan harga yang selangit.

Eits, disini saya akan bahas salah satu pedagang sate yang sukses. Satenya selalu sold out. Pembelinya ngantri. Dan kamu tahu dimana dia berjualan? Di kuburan. Di salah satu TPU terbesar di Bandung, yang letaknya di Jl. Abdurahman Saleh. Saking besarnya, kuburan yang telah dihuni oleh sekitar 40.000 makam ini besarnya sampai ke perbatasan Bandara Husein Sastranegara dari Jl. Pajajaran dekat SMK Penerbangan.

Wednesday, 1 January 2014

Dua Nol Satu Empat. Please Be Good.


Dua Nol Satu Empat, 2014. Kek baru kemaren gue posting tentang pencapaian apa aja yang didapet di tahun 2012. Gak terasa itu setahun dulu, di Jakarta, di tempat kerja yang dulu. Hari ini, kembali kutak-ketik dengan suasana yang sangat berbeda. Masih kerja, tapi dengan job desc yang 180 derajat berbeda dengan yang kemarin.

Kembali, dua ribu tiga belas berlalu dengan penuh kenangan. Tak hanya kenangan baik, semua rasa bercampur serasi. Komposisinya pas banget, gak kurang gak lebih. Gue sih selalu berpikirnya, kalo Alloh ngasih sesuatu berlebihan ke gue, takutnya gue gak bisa handle dan jadinya sombong. So,sukurin aja apa yang ada dan dikasih sama Yang Maha Pencipta. Semoga dengan bersukur, bisa ditambah semua rezeki dan semua kenikmatan yang dikasih. And always remember never complain about anything, cheers.

Sambil ngetik ini, sambil inget-inget apa aja yang gue udah dapetin di tahun 2013.

Tuesday, 31 December 2013

(Ga Jadi) Tahun Baruan. Tidur.

Gue sih bukan orang yang suka dateng ke tempat-tempat rame kek konser, festival dan semacemnya. Kali-kali sih pernah, tapi pilih-pilih. Apalagi acara tahun baruan yang biasanya jalan di tutup semua, kendaraan umum gak ada sampe malem (gak diitung taxi ya), dingin, ngabisin duit, ribet pulangnya dan sebagainya, dan sebagainya.

Bisa keitung sama jari berapa kali gue dateng ke tempat keramean waktu tahun baru, yaitu SEKALI. Itu juga gak jauh-jauh amat, cuma sekitaran Braga sampe Alun-alun. Niatnya sih waktu itu cuma mau liat Braga Festival sama Sartika dan Desak Putu, eh pas sampe braga-nya,

Sunday, 29 December 2013

Tentang (anak) Kosan (NO SARA)

Gue sendiri sih gak lama jadi anak kosan. Gak dari awal jua sih nge-kos. Seinget gue, gue nge-kos itu dari bulan oktober 2009, beberapa bulan setelah Mamah dipanggil ke tempat paling indah sama Alloh. Alasannya ya, gue bosen di rumah, sepi, gak ada yang bisa diajak ngobrol kayak dulu.

hehe ... bukan itu broo yang mau gue bahas, bukan alasan kenapa gue nge-kos.

Tapi yang mau dibahas adalah (jeng jeng jeng ....) gak semua anak kosan itu melarat, seenggaknya itu yang terjadi sama temen-temen gue.

Banyak dari temen gue yang kuliah di Unjani dateng dari luar kota, ada yang dari cianjur, sumedang, garut, tasik, palembang bahkan papua. Pilihannya, kalo gak ngekos, mau bolak-balik lo? sanggup???